Bahkan ada beberapa orang yang mempertahankan iPhone untuk the next phone tapi akhirnya beralih ke BB (dalam hal ini temasuk saya sendiri, Agung, Tiara, dan beberapa orang lagi). Dikarenakan iPhone yang tak kunjung hadir, jadi susah didapatnya, juga karena hadirnya Bold, dengan design yang widiih (gue yakin setiap orang yang melihat pasti pengen punya). Istri gue termasuk yang tidak mempedulikan BB, tapi setelah beberapa hari gue menggunakan BB, dia minta dibeliin, hasilnya mmm dari pagi sampe sore BBM-an or YM-an teruuus.
Tapi kalo di Amerika BB masih kalah sama iPhone, karena iPhone di US menjadi smartphone atau malah HP terlaku disana mengalahkan RAZR yang jadi juara selama 3 tahun berturut-turut sebagai handset terlaris, dan dalam waktu 15 bulan sudah menjadi raksasa penjual ponsel No. 3 terbesar didunia. Setau saya iPhone dan BB memakan penjualan Nokia sangat besar.
Di Indonesia BB kemungkinan besar akan terus memimpin, selain RIM udah nyolong start duluan, pendekatan RIM ke 3 provider besar di Indonesia cukup bagus. Gue rasa iPhone harus berjuang untuk bisa ngelewatin BB, kecuali Apple ngeluarin unlock resmi yang ga harus tergantung kontrak provider. Kita liat aja kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar